Misi Gorengan Maman & Duloh
Sebuah cerita pendek dengan bahasa sehari hari
Ilustrasi : Dua sahabatMaman dan Duloh lagi nongkrong di teras rumah, perut keroncongan...
Maman: "Dul, perut gue keroncongan nih. Kayanya enak tuh gorengan abang-abang di depan komplek. Bau bawangnya nyampe sini!"
Duloh: "Lu lagi bokek, gue lagi bokek. Mau pake apa beli? Duit receh aja cuma cukup buat beli satu."
Maman: "Satu? Buat siapa? Elu aja yang laper, gue juga laper! Gini deh... kita patungan. Gue ada recehan dua ribu, elu tambah tiga ribu. Jadi lima ribu. Bisa dapet lima!"
Duloh: "Bisa aja lu. Tapi gue cuma ada duit seribuan. Jadi total tiga ribu. Ya udah, beli tiga aja. Satu buat lu, satu buat gue, satu buat... kita berdua."
Akhirnya mereka nyampe di abang gorengan.
Maman: "Bang, tiga! Yang hangat ya!"
Abang Gorengan: "Ini semua baru aja digoreng, Mas. Langsung angkat aja."
Duloh: "Gue mau yang pisang goreng, Man. Ituh yang kecokelatan!"
Maman: "Jangan! Itu keliatan keras. Gue mau yang tempe mendoan. Tuh yang agak lembek."
Duloh: "Ya udah, kita beli satu pisang, satu tempe, satu tahu. Beres."
Tapi pas abangnya kasih, tahunya ternyata kecil banget.
Maman: "Ini tahu kok kecil amat, Bang? Kaya tahu stres."
Abang Gorengan: "Bukan stres, Mas. Itu tahu kurus."
Duloh: "Ya elah, tahu aja pake diet."
Mereka pulang sambil bawa tiga gorengan. Pas mau dibagi, masalah baru muncul.
Maman: "Gue yang patungan lebih besar, jadi gue dapet dua."
Duloh: "Ngasal! Lu cuma kasih dua ribu, gue seribu. Jadi selisihnya cuma seribu. Harusnya adil aja."
Akhirnya mereka berdebat sampai lupa bahwa gorengannya makin dingin. Tahu nya jatuh!
Duloh: "Itu tahu jatuh! Salah lu!"
Maman: "Salah elu yang ribut!"
Akhirnya mereka cuma punya dua gorengan: satu pisang, satu tempe.
Maman: "Gini aja... kita potong dua. Setengah-setengah."
Duloh: "Tapi kan beda jenis. Lu mau setengah pisang setengah tempe? Aneh."
Akhirnya, mereka suit. Maman menang suit, ambil tempe. Duloh dapet pisang.
Maman: "Dul, tempe gue enggak ada rasanya. Kayanya kurang garem."
Duloh: "Pisang gue juga, Man. Terlalu manis. Kayanya kebanyakan gula."
Mereka saling pandang.
Duloh: "Tukeran?"
Maman: "Tukeran."
Dan akhirnya, mereka makan dengan lahap. Ternyata emang cocoknya tukeran.
Pelajaran: Gorengan itu enak, tapi lebih enak kalau dimakan bareng temen yang sabar diajak ribut. 😄

Tidak ada komentar:
Posting Komentar